danau batur

Danau Batur, Danau Eksotis yang Kian Dilirik Wisatawan

Tabloidwisata.comDanau Batur adalah sebuah danau eksotis yang terletak di Kintamani, Bali. Nama “Batur” merujuk pada nama sebuah gunung yang ada di dekat danau ini, Gunung Batur namanya. Letak Danau Batur Kintamani berada di lereng Gunung Batur. Dan hal ini lah yang melatar-belakangi nama Danau di Kintamani ini. Danau Batur terletak di area tinggi, yaitu 1.050 mdpl dengan luas 16 km persegi dan kedalaman rata rata 50,8 km.

Danau Batur Kintamani Bali Foto

Danau Batur

Eksotisme Danau Batur, Kintamani

Di bali terdapat 4 buah danau yang masing masing mempunyai keunikan sendiri. Danau danau tersebut antara lain Danau Tamblingan, Danau Buyan, Danau Beratan Bedugul, dan yang terakhir adalah danau yang akan diulas oleh Tabloidwisata.com, yaitu Danau Batur.

Air danau sebagian besar berasal dari air hujan yang tersaring melalui gunung, dan rembesan itu lah yang pada akhirnya memenuhi danau eksotis ini. Karena keunikan tempatnya, UNESCO menetapkan tempat ini sebagai Taman Bumi (Global Geopark Network), sangat membanggakan bukan?

Danau ini difungsikan murni sebagai wahana wisata, bukan sebagai irigasi atau untuk pemenuhan kebutuhan lainnya. Karena letaknya yang berada di ketinggian dan di kelilingi pepohonan yang sangat rimbun membuat suasana di danau ini sangat dingin. Suhu rata rata di danau ini yaitu 22 derajat s/d 26 derajat celcius.

Air danau yang tenang dan berwarna biru kehijau hijauan membuat wisatawan yang berdiri di pinggiran danau merasa tenang dan damai. Tak heran jika banyak wisatawan yang betah berada di tempat ini dan mereka memilih untuk berlama lama menikmati sajian panorama yang ada.

Selain melihat sejuta pesona danau, wisatawan yang datang di tempat wisata di bali yang satu ini juga berkesempatan untuk berlayar ke tengah danau menggunakan perahu yang disediakan oleh pihak pengelola wisata tersebut. Seperti hal nya di Danau Beratan Bedugul, wisatawan yang berkunjung ke wisata ini selain dapat berlayar juga dapat memancing ikan dan perlengkapan pancing pun sudah tersedia disana. Jasa sewa perahu kecil dan jasa sewa perlengkapan pancing relatif murah.

Memancing di danau batur

Memancing

Jika ingin melihat keindahan Danau Batur Kintamani secara keseluruhan, anda dapat pergi ke desa Penelokan. Desa ini berada di dataran yang lebih tinggi dari pada Danau Batur Kintamani, sehingga pemandangan danau yang sangat elok dan Gunung Batur yang berdiri kokoh dapat dilihat secara jelas dengan pandangan yang menyeluruh. Jika dilihat dari ketinggian, Danau Batur memiliki bentuk seperti bulan sabit.

Danau Batur dari Ketinggian

Panorama Danau Batur

Selain menyediakan view danau yang bagus, di desa ini juga menyediakan hotel dan restaurant. Hal ini ditujukan kepada wisatawan yang ingin melihat keindahan danau sambil bersantai menikmati hidangan khas Bali.

Danau Batur menjadi salah satu destinasi favorit bagi para Fotografer karena memiliki banyak tempat dengan view yang menakjubkan

Baca juga: Danau Ronggojalu, Danau dengan Wahana yang Menghibur

Tiket Masuk Danau Batur Kintamani

Jika anda ingin mengunjungi tempat ini hanya sekedar untuk memanjakan mata, maka anda hanya perlu membayar tiket masuk saja tanpa membayar biaya lain lain. Namun jika anda menginginkan fasilitas atau wahana lebih, maka anda harus mengeluarkan biaya tambahan.

Tiket masuk Danau Batur: Rp. 15.000 / Orang

Ketika anda sedang berada di Bali dan ingin mengunjungi tempat ini tapi tidak ada kendaraan, jangan khawatir, banyak rental mobil yang siap membantu anda. Berikut ini rata rata harga sewa kendaraan di Bali;

SubjekHarga
Sewa MobilRp. 500.000 / Hari
Sewa MotorRp. 50.000 / Hari
Sewa Perahu di DanauRp. 500.000 / Kapasitas Max. 10 orang

Apabila anda tidak ingin ribet, anda dapat menggunakan jasa Travel, harganya pun sangat terjangkau untuk wisatawan domestik.

Note: Harga diatas dapat berubah sewaktu waktu

Baca juga: Danau Maninjau, Inspirasi Novel Tenggelamnya Kapal Vander Wick

Lokasi Danau Batur

Danau Batur terletak di Provinsi Bali, tepatnya berada di Kec. Kintamani, Desa Penelokan Utara. Apabila berangkat dari Denpasar, jarak yang ditempuh kurang lebih 64 km atau sekitar 2 jam perjalanan. Namun apabila berangkat dari Singaraja, jarak yang ditempuh kurang lebih 58 km atau sekitar 1,5 jam perjalanan.

Rute menuju lokasi danau cukup berkelok kelok, seperti pada jalur pegunungan pada umumnya. Selain itu, jalur ini juga selalu dipenuhi oleh pengendara bermotor sehingga sangat ramai, terutama pada musim liburan.

Bagaimana? Tertarik dengan eksotisme Danau Batur Kintamani ? Ajak keluarga dan kerabat anda untuk “have a lot of fun” di salah satu wisata unggulan di Pulau Dewata ini. Di jamin seru!

meru betiri

TAMAN NASIONAL MERU BETIRI, SURGANYA FLORA DAN FAUNA LANGKA

#Taman Nasional #Taman Nasional Meru Betiri #Wana Wisata #Wisata Alam 
Taman Nasional Meru Betiri – Taman nasional Meru Betiri mungkin kalah populer dibandingkan taman nasional lainnya. Padahal taman nasional yang terletak di pantai selatan Jawa Timur ini, menyimpan keindahan alam dan kekayaan flora dan fauna yang luar biasa.


Peta Taman Nasional Meru Betiri (sumber : Andromedocahyo.blogspot.com)

Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang mempunyai luas wilayah kurang lebih 580 km2, secara administratif  masuk dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember. Namanya diambil dari gunung tertinggi yang terdapat di dalamnya, yaitu Gunung Meru yang memiliki ketinggian 500 mdlp dan Gunung Betiri (1.223 m).

Pintu masuk Taman Nasional Merubetiri wilayah timur (Banyuwangi)

Di sinilah wisatawan dapat menemukan berbagai tanaman langka, seperti bunga Raflesia Zollingeriona, Balanphora Fungosa, bakau, api-api, waru, nyamplung, rengas, dan beberapa jenis tumbuhan obat-obatan. Tak hanya tumbuhan, Anda dapat bertemu berbagai satwa liar yang eksotis, seperti kumbang hitam, kera ekor panjang, ajag, penyu, dan lekang. Satwa langka lain seperti banteng dan rusa itu juga berhabitat di hutan tropis dataran rendah dan berbagi dengan landak, tenggiling, dan kucing hutan. Kabarnya juga masih terdapat sisa-sisa harimau Jawa. Selain itu juga bisa disaksikan banteng, macan tutul, kijang, dan berbagai jenis monyet. Dari jenis burung terdapat burung merak, berbagai elang dan rangkong.
Penyu merupakan satwa khas Meru Betiri. Di sini jenis penyu langka seperti penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) ditangkarkan di Pantai Sukamade, ujung timur Meru Betiri.

Pintu masuk Merubetiri wilayah barat (Jember)

Kawasan ini dilestarikan dalam bentuk kawasan lindung sejak 1972. Hingga tahun 1979 telur penyu di Sukamade masih diburu oleh para pengumpulnya. Namun, sekarang pengumpulan, pemindahan anakan, dan penangkapan penyu dilarang keras, karena Penyu hijau termasuk satwa yang dilindungi.

Jauh sebelum masa sekarang, kekayaan satwa dan hutan alam Meru Betiri ini lebih dahulu memikat hati Pemerintah Belanda. Berdasarkan data sejarah TNMB, Belanda sudah menjadikan Meru Betiri sebagai kawasan yang wajib dilestarikan pada 1929. Pertimbangannya agar ekosistem hutan dan kekayaan alam di dalam hutan seluas 58.000 hektar tersebut terjaga. Termasuk kekayaan yang menjadi harta karun zaman itu dan juga zaman-zaman sesudahnya.
Meru Betiri juga menjadi pusat penelitian tanaman obat. Dari 518 jenis tumbuhan yang berhasil diinventarisasi TNMB, sebanyak 239 jenis di antaranya merupakan tanaman obat. Kekayaan biota Meru Betiri pernah diinventarisasi oleh Ahli biologi Universitas Jember, Harry Sulistyowati.  Ia meneliti tumbuhan di lima blok wilayah Bandealit yang terletak di Meru Betiri bagian barat.
Hasil inventarisasi selama dua tahun itu menunjukkan, 75 persen tumbuhan di lima blok Meru Betiri adalah tumbuhan obat, beberapa bahkan langka.Tanaman endemis hutan Meru Betiri, yakni cabai jawa (Piper retrofractum vahl), adalah contoh tumbuhan obat langka itu. Berdasarkan penelitian yang dibukukan oleh TNMB, tanaman perdu ini digunakan sebagai pengobatan pasca-melahirkan dan diare.
Selain cabai hijau, masih banyak lagi jenis yang teridentifikasi sebagai tanaman obat. Di antaranya Pollia sp herba, yang bisa digunakan sebagai obat penyakit jantung; Vernonia cinerea atau sawi langit, yang bisa digunakan untuk mengobati kanker kelenjar getah bening; dan Lunasia amara Blanco atau sanrego, yang bisa dipakai sebagai aprodisiak.

sensasi gunung raung

Sensasi Pendakian Gunung Raung Melalui Kalibaru Banyuwangi

Gunung Raung merupakan gunung yang layak dikatakan gunung paling ekstrem di Pulau Jawa. Gunung ini menjulang di antara Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Raung memiliki beberapa spot puncak, dan satu yang merupakan puncak kebanggaannya yaitu Puncak Sejati.

“Ada beberapa puncak yang juga menantang. Ada puncak Bendera, Puncak 17, puncak tusuk gigi dan Puncak Sejati. Masing-masing memiliki karakter berbeda,” ujar Bayu Hari, salah satu pengurus sekretariat pendakian Raung di Dusun Wonorejo, Kalibaru Wetan kepada detikcom, Sabtu (7/9/2019).

Puncak Bendera, tambah Bayu, adalah batas dari vegetasi. Bendera pertama ditancapkan saat memulai mencari jalur pendakian Gunung Raung dinobatkan sebagai nama lokasi itu oleh Pataga Surabaya.

Perkumpulan pendaki dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini, merupakan pembuka jalur pendakian Gunung Raung di Kecamatan Kalibaru. Selanjutnya, mereka menamakan puncak selanjutnya, yakni Puncak 17, mengacu nama dari universitas mereka.

“Untuk puncak Tusuk Gigi itu, jika dilihat dari jauh, bebatuan yang ada di puncak itu membentuk seperti barisan tusuk gigi. Padahal besar-besar batunya. Segede lemari gitu. Sementara Puncak Sejati itu adalah puncak tertinggi Raung 3.344 meter di permukaan air laut,” tambahnya.

Traveler harus lebih dulu mendaftar di sekretariat (istimewa)

Untuk mencapai puncak, kata Bayu, pendakian bisa dilakukan selama 4 hari 3 malam. Namun, durasi bisa dipercepat seiring dengan kemampuan pendaki. Beberapa pos pun harus dilalui para pendaki. Mulai pendakian dari sekretariat di Dusun Wonorejo menuju camp 4. Selanjutnya adalah camp 7 sebagai lokasi favorit para pendaki untuk bermalam.

“Malam keduanya dari camp 7 pagi sekitar jam 2 atau 3 dini hari sudah trekking ke puncak sejati,” tambahnya.

BACA JUGA: Seputar Gunung Arjuno, Destinasi Favorit Para Pendaki

Hanya untuk mencapai itu, ada beberapa spot berbahaya yang menantang bagi para pendaki Raung. Para pendaki menamakannya Sirotol Mustakim. Jalur ini adalah jalur sempit dengan kanan kiri dari jalur itu adalah jurang ribuan meter kedalamannya menuju Kawah Raung yang terbilang terluas kedua se-Indonesia.

“Yang berbahaya setelah puncak bendera. Ada Sirotol Mustakim ada 4 titik yang rawan,” tambahnya.

Bayu menambahkan, untuk pendakian ke Gunung Raung wajib didampingi oleh guide. Masing-masing guide bisa mengawal 5 sampai 7 pendaki. Para pendaki wajib melaporkan kegiatan pendakian baik saat naik atau setelah turun dari gunung. Hal itu mutlak dilakukan sebagai penyelamatan bagi pendaki jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Perjalanan menuju puncak yang sangat menantang (istimewa)

Sementara, untuk logistik, kata Bayu, pendaki wajib membawa sendiri kebutuhan mereka. Masing masing harus mengetahui kebutuhannya selama dalam pendakian. Suhu ekstrem juga kadang terjadi di puncak Raung. Pendaki hanya bisa melakukan aktivitas di bawah jam 10 pagi. Karena kondisi cuaca di Puncak Raung tak menentu.

“Untuk peralatan tidak seperti pendakian di gunung lain. Harus lengkap. Mulai jaket tebal, tali hingga peralatan pendakian harus lengkap. Air di atas Raung tidak ada. Pendaki hanya membawa bekal minum tidak untuk mandi. Yang paling penting adalah mental harus teruji,” pungkasnya.

BACA JUGA: Begini Rasanya Mendaki Gunung Raung

Sementara itu, salah satu pendaki dari Jakarta, Hana mengaku mendapatkan pengalaman yang menarik di pendakian perdananya di Gunung Raung. Mulai keindahan perjalanan menuju Puncak Raung hingga sensasi mencapai Puncak Sejati, puncak tertinggi dari Gunung Raung.

“Tentu menguras tenaga banget. Tapi semua terbayar selama perjalanan tebing-tebingnya indah, ada lautan awan hingga kepuasan naik ke puncak gunung ini. Tak terbayarkan keindahan di sana,” ujarnya.

Artikel tentang gunung arjuno

Gunung Arjuno di Jawa Timur, Tidak Kalah Cantik Dengan Semeru

detikTravel Community – Jawa Timur tidak hanya punya Gunung Semeru atau Bromo, tapi juga Arjuno. Cobalah daki dan lihat indahnya kebesaran Tuhan dari puncaknya.

Bagi kalangan pendaki gunung, yang populer di benak mereka hanyalah Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Ijen dan Gunung Merapi yang layak dijelajahi di Pulau Jawa. Nama Gunung Arjuno seolah tenggelam dan tidak masuk dalam kamus mereka akibat kepopuleran gunung-gunung tersebut.

Memang tidak bisa dipungkiri, Gunung Arjuno yang berada di Kota Apel Batu, Jawa Timur, kurang begitu populer di kalangan para pendaki maupun wisatawan. Pendaki lebih memilih Gunung Semeru yang konon menjadi puncak para Dewa, untuk mengeksplorasi adrenalin dibanding Arjuno.

Justru ketidakpopuleran Gunung Arjuno ini membuat saya penasaran dan ingin mengetahui kenapa seperti itu. Akhirnya saya memutuskan mendaki Gunung Arjuno bersama tujuh kawan dan beberapa fotografer media.

Dua teman dari Jakarta dia Adita Irawati dan Yardin Octora orang yang sudah terbiasa malang melintang di dunia Trail Run. Satu lagi dari Madura namanya Wijang Zulkarnain, seorang kawan dari sales Madura.

Kepergian ke Gunung Arjuno sebenarnya tidak disengaja dan bukan tujuan awal pendakian kami. Pasalnya, beberapa kali kami sudah summit untuk bisa mencapai puncak Semeru. Tanpa disangka Semeru ternyata masih ditutup buat pendakian dan baru dibuka di pertengahan bulan Mei.

Tentu kami tak ingin rugi, mengingat peralatan telah kami bawa lengkap dan tak mungkin kami kembali tanpa mendaki satu Gunung. Dan keputusan itu pun kami ambil hanya dalam hitungan menit saat berada di dalam mobil.

Kami memutuskan mendaki Gunung Arjuno walaupun kami sendiri juga tidak tahu rute yang harus kami tempuh dan seperti apa medannya. Jadi benar-benar nekad.

Perjalanan diawali saat mobil yang kami tumpangi dari Juanda mulai berputar menuju arah Gunung Arjuno. Kami menginap di Malang untuk persiapan besok pagi mendaki Arjuno dari arah Tretes.

Pagi pun datang dan kami mulai pendakian melalui pintu Tretes. Untuk mendaki Gunung Arjuno sebenarnya bisa ditempuh dari beberapa lokasi, namun kami memilih Tretes selain dekat dengan tempat kami menginap, menurut info beberapa kawan rutenya paling memungkinkan dijangkau.

Begitu memasuki kawasan pendakian, kami harus menyerahkan surat sehat dan copy KTP sebagai prosedur pendakian. Kemudian mengisi beberapa form dan membayar tiket masuk pintu Gunung Arjuno.

Selain bertujuh, kami juga dibantu 5 porter asli Malang. Mereka yang membantu kami membawa barang-barang kami sekaligus menyiapkan berbagai peralatan yang dibutuhkan.

Tanpa bantuan porter mungkin pendakian ke Gunung Arjuno sangat berat, mengingat kami membawa barang lumayan banyak. Dan mungkin terlalu berat jika saat melakukan pendakian dengan membawa barang di pundak.

Apalagi kami sama sekali buta tentang karakter Gunung Arjuno karena ini kali pertama kami ke sana. Perjalanan pun dimulai, dan kami tidak menyangka sama sekali. Ternyata medan Gunung Arjuno berbatu dan hampir seluruhnya. Sehingga pendakian juga sangat memberatkan.

Untuk memulai pendakian, kami berangkat pukul 07.00 WIB menuju Lembah Kijang. Sebelum sampai ke lembah ada beberapa pos yang harus kami lewati.

Dari Pos masuk sampai Pos 1 yang dinamakan kop-kopan yang dalam Bahasa jawa artinya Ngokop (tempat minum air). Dan di sinilah tempat istirahat para pendaki sambil menikmati cemilan dan sumber air Gunung Arjuna.

Dari pos awal sampai masuk ke pos 1, perjalanan ditempuh dengan waktu 3 jam. Dilanjutkan dari Pos 1 lanjut ke Pos 2 sekitar 3 jam perjalanan. Dan tepat pukul 17.00 WIB, kami baru sampai di Lembah Kijang.

Perjalanan memang cukup melelahkan dan kaki terasa “patah-patah”. Kelelahan yang luar biasa akhirnya terbayar begitu sampai ke Lembah Kijang.

Tidak menduga sama sekali, kami benar-benar terkesan dengan keindahan Lembah Kijang. Bantaran padang savana yang sangat hijau dan kesenyapan yang mewarnai savana seolah-olah menunjukkan savana hidup tapi tak berpenghuni.

“Kami seolah-olah berasa memiliki taman pribadi. Kesenyapan Lembah Kijang yang indah dan menakjubkan inilah yang mungkin dampak dari kurang populernya Gunung Arjuno,” tukas Andi.

Usai menikmati keindahan Lembah Kijang, kami mulai mendirikan tenda. Apalagi matahari mulai menghilang berganti malam yang menyapa kedatangan kami.

Seperti biasa kami membuat api unggun sebagai penerang di kala gelap. Suhu di Lembah kijang kisaran 11 derajat celcius. Malam terus berjalan dan suasana sunyi di sekitar tempat kami bermalam, membuat situasi sedikit menyeramkan.

Tapi inilah tantangan bagi pendaki. Untuk mengusir kesenyapan, kami menyiapkan makan malam mengingat perut mulai keroncongan dan energi terkuras banyak saat mendaki.

Setelah makan malam kami mulai merebahkan diri di dalam tenda sembari menahan kantuk luar biasa yang didukung cuaca sangat dingin. Mau tidak mau kami harus menutup mata secepatnya dan menikmati istirahat, mengingat pukul 01.00 WIB kami akan melanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Arjuna.

Meski mata masih mengantuk berat, tepat pukul 01.00 WIB kami mulai menyisir kegelapan menuju puncak Arjuno. Dengan ditemani kesunyian dan berbekal sinar lampu senter dan headlamp, kami mulai menyusuri jalan. Tanjakan yang harus kami lakukan hampir mencapai 45 derajat.

Setelah merasakan langsung medan Arjuno, ternyata tak kalah dahsyat dari Gunung Semeru. Pasalnya, sepanjang perjalanan isinya hanya tanjakan dan tanjakan. Hampir tidak ada jalanan landai.

Setelah perjalanan 5 jam ke puncak, sampailah kami di Puncak Ogal Agil. Puncak Gunung Arjuno sendiri berada pada ketinggian 3.3339 Mdpl. Memang sangat luar biasa keindahan Gunung Arjuno.

Dinamakan puncak Ogal Agil karena di atas puncak terdapat banyak batu yang berada di pinggiran jurang yang curam tapi tidak jatuh. Gugusan awan dan sunrise menambah indahnya alam Indonesia.

Keputusan kami pada saat memutar arah dari Juanda ke arah Kota Malang, sudah tepat. Keputusan mendaki Gunung Arjuna tidaklah sia-sia meskipun harus menempuh rintangan yang tidak hanya menyeramkan namun benar-benar melelahkan.

keindahan pura uluwatu

Pura Uluwatu Bali – Daya Tarik, Lokasi

2kShareShareTweet

Tempat wisata di Bali selatan yang sangat terkenal sampai ke mancanegara adalah objek wisata Pura Luhur Uluwatu Bali. Di halaman ini saya menuliskan mengenai informasi wisata Pura Uluwatu Bali. Informasi wisata pura Luhur Uluwatu yang akan anda dapatkan di halaman ini seperti:

Pura Uluwatu Bali
Pura Uluwatu Bali – Photo by Omer Rana
  1. Daya tarik pura Luhur Uluwatu sebagai tempat liburan.
  2. Lokasi objek wisata dilengkapi dengan peta untuk memudahkan mencari lokasi.
  3. Pilihan transportasi liburan terbaik yang ada di Bali.
  4. Harga tiket masuk.
  5. Pertunjukan tarian Kecak di Uluwatu.
  6. Harga menonton tari Kecak Uluwatu.
  7. Kera di area hutan di Uluwatu.
  8. Tata cara berpakaian mengunjungi Pura di Bali.
  9. Objek wisata yang berdekatan dengan pura Luhur Uluwatu.

Daya Tarik Pura Uluwatu Sebagai Tempat Liburan

Pemandangan Samudra Hindia Dari Tebing Di Uluwatu
Pemandangan Samudra Hindia Dari Tebing Di Uluwatu – Image by Adam Hill

Pura Uluwatu Bali, memiliki status sebagai Pura Sad Kahyangan Jagat atau penyangga poros mata angin pulau Bali. Lokasi pura terletak di atas sebuah bukit karang dengan ketinggian sekitar 97 meter di atas permukaan laut. Karena lokasi pura yang berada di atas tebing batu karang, maka pura ini di beri nama Uluwatu, yang dalam bahasa Sanskerta berarti puncak batu karang.

Lokasi berdirinya bangunan pura Luhur Uluwatu, membuat wisatawan yang datang berkunjung, tidak hanya dapat menikmati suasana yang sakral dan religius, tetapi juga pemandangan yang indah serta unik.

Berbeda dengan pemandangan yang ada di objek wisata pura Tanah Lot, wisatawan yang berwisata ke pura Luhur Uluwatu akan menyaksikan luasnya hamparan Samudra India, dengan ombak yang menghantam kaki tebing. Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam tanpa adanya halangan yang menghalangi pemandangan sunset.

Wisatawan yang tidak membawa bekal makanan maupun minuman, tidak perlu khawatir. Sebab, di sekitar kawasan tempat liburan ini terdapat banyak warung yang menjual makanan dan minuman. Selain itu, wisatawan juga dengan mudah menemukan banyak restoran yang menyajikan berbagai menu makanan atau minuman dengan harga yang bervariasi.

Sementara itu, bagi wisatawan yang ingin menginap di sekitar lokasi tempat wisata Uluwatu, juga terdapat banyak penginapan dengan berbagai tipe. Mulai dari kelas melati, villa, hingga hotel berbintang.

Lokasi Objek Wisata Dilengkapi Dengan Peta

Tebing Di Uluwatu Bali
Tebing Di Uluwatu Bali – Photo by Levi Morsy

Mengenai lokasi pura Luhur Uluwatu tepatnya berada di desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Jarak yang ditempuh dari Bandara Ngurah Rai menuju lokasi pura Luhur Uluwatu Bali, sekitar 1 jam ke arah selatan dengan kendaraan pribadi.

Taman Nasional Baluran rasa Afrika

Ada yang pernah berkunjung ke Banyuwangi? Wilayah Jawa timur paling ujung ini menjadi sebuah kawasan destinasi yang wajib untuk dikunjungi. Lantaran. Pesonanya yang luar biasa indahnya. Wilayah yang memiliki julukan sunrise of java ini tidak hanya indah saja. Melainkan esoktis apalagi, dengan keindahan festival tradisionalnya.

Saking indahnya, ada salah satu kawasan yang dijuluki dengan “Little Africa In Java’ dari sini, apakah sobat native sudah tahu dimanakah objek wisata tersebut. Jika, masih belum tahu baiklah, mari kita bahas sebuah objek wisata di Banyuwangi dengan pesona menawan tepatnya di Taman Nasional Baluran.

TN Baluran Savana Bekol 1

Mengenal Taman Nasional Baluran

Taman nasional adalah sebuah kawasan yang digunakan khusus untuk melindungi berbagai macam ekosistem flora dan fauna. Di banyuwangi, kurang lebih ada 3 taman nasional yang berdiri dan dijadikan sebagai objek wisata unggulan. Salah satunya adalah Taman nasional Baluran yang mendapatkan julukan sebagai little Africa ini Java.

Luas kawasan ini kurang lebih 25.000 ribu hektar. Di kawasan ini sobat native akan disuguhkan dengan berbagai macam konservasi dan hewan-hewan alam. Jangan kaget, saat menyusuri kawasan ini sobat native akan dihibur dengan kondisi jalan yang rusak parah. Statusnya sebagai sebuah Taman Nasional membuat jalan kawasan ini tidak boleh diperbaiki.

Jadi, banyaknya lubang jalan harap dimaklumi. Begitu bula dengan hewan-hewan yang datang dan menyeberang tanpa permisi. Semuanya akan ditemui di kawasan ini. untuk keperluan perut jangan khawatir. disini sudah berdiri warung dengan berbagai macam menu makanan. Satu hal lagi, jangan berharap ada listrik. Kawasan ini bisa dibilang susah sekali yang namanya listrik.

TN Baluran Animals

Disini, sobat native bisa berkenalan dengan hewan-hewan yang dilindungi seperti banteng, kerbau, rusa, kera berekor panjang. Dan sebuah padang rumput yang sangat luas. Menarik bukan? Berpetualang di kawasan ini.

Hutan Musim

Hutan ini akan menyambut wisatawan yang datang ke sini setelah melewati pos penjagaan. Nah, yang dimaksud dengan hutan musim adalah hutan yang akan berubah-berubah sesuai dengan musimnya,

Saat musim penghujan, sobat native akan disuguhkan pesona hijaunya pepohonan. Tetapi,bila wisatawan datang pada musim kemarau, wisatawan akan dihibur dengan kondisi gersang. Warna coklat dengan dedaunan yang seakan rontok.

TN Baluran Hutan Musim

Kalau ditanya bagus yang mana diantara kedua musim ini, saya akan menjawab bagus semua. Bukan tanpa alasan karena, kedua musim ini mempunyai esoktisme masing-masing dan keunikan tersendiri. Sobat native akan berjalan menyusuri hutan ini kurang lebih sejauh 5 km.

Hutan Evergreen

Nah, kalau ini hutan abadi. Dimana, hutan disini dalam kondisi subur. Bukan musiman seperti yang diatas. Jadi, kapan pun sobat native datang, hutan ini akan selalu tampak hijau dan menggemaskan.

Tanah di hutan ini memang cukup subur. Disini, ada sebuah aliran sungai yang berfungsi sebagai cadangan air untuk tumbuhan. Itulah sebabnay, mengapa kawasan ini lebih terbilang hijau esoktis dari pada yang sebelumnya.

Disini, sobat native harus berjalan kurang lebih 3 kilometer menuju ke kawasan selanjutnya. Dan, disini pula, sobat native bisa merasakan bagaimana sejuknya kawasan ini. serasa di surga. Apalagi, saat panas terik matahari menyengat, berteduh di tempat ini adalah sebuah kewajiban.

Savana Bekol

Sampailah kita di savanna bekol. Dimana, savanna inilah yang dijuluki dengan little Africa. Dimana, kawasan ini memiliki 10.000 hektar atau lebih dari sepertiga kawasan ini. disini, wisatawan akan disuguhi padang rumput serta pemandangan gunung nan esoktis.

TN Baluran Savana Bekol

Savana bekol memiliki sifat hampir sama dengan hutan musim. Dimana, saat musim penghujan, kawasan ini memiliki pesona hijau nan menawan. Biasanya, di saat musim penghujan ada banyak hewan yang bisa dilihat seperti rusa yang sedang makan rerumputan.

Disarankan, bagi wisatawan yang berkunjung ke sini untuk berhati-hati. Lantaran ini adalah alam bebas. Bisa-bisa bertemu dengan ular atau sekawanan banteng yang sedang datang. Lebih baik, sobat native berhenti dan biarkan mereka lewat terlebih dahulu. Atau jika, bertemu dengan ular tenang dan jangan panik

Jika, tidak ada halangan, kawasan ini memang mempesona. Tetapi, saat hewan datang tempat ini bisa membuat jantung berdebar dengan kencang. Salah satu kunci yang memang harus diperhatikan adalah jangan panik bila bertemu dengan hewan.

TN Baluran Savana Bekol 2

Pantai Bama

Sampailah kita di kawasan terakhir dari Taman Nasional Baluran. Pantai ini sangat sepi dan begitu nikmat dijadikan sebagai titik final dari petualangan di taman national baluran. Tetapi, ada satu hal yang harus diperhatikan disini, dengan hadirnya kawanan kera ekor panjang.

Mereka akan mengincar makanan yang akan dibawa oleh sobat native. Makanan bagi mereka seperti uang yang tampak hijau mengkilat untuk kita. Jadi, disarankan untuk tidak memancing kedatangan mereka dengan membawa makanan. Jika, tidak maka kera-kera ini akan datang dan mengambil makanan ini.

Kera disini cukup galak, jadi disarankan lagi untuk berhati-hati. Lebih baik. Menikmati pantai dengan putihnya pasir pantai dan ayunan yang tersedia disini. Apalagi, dengan pohon-pohon yang menjalar dan bisa dijadikan sebagai salah satu spot foto nan menarik.

Dilihat dari segi ombaknya pun tidak begitu kencang. Jadi, wisatawan bisa dengan aman berenang di kawasan ini. hanya jangan terlalu ke tengah ya. Karena, walaupun tidak ganas, yang namanya pantai tetap mempunyai sisi yang mengerikan.

TN Baluran Pantai Bama

Disini pula, sobat native bisa melihat kapal-kapal yang berlalu-lalang dari pelabukan ketapang menuju ke pelabuhan gilimanuk. Sayangnya, sobat native harus segera keluar dari kawasan ini sebelum jam 3 sore. Karena, di tempat ini tidak ada penerangan dan perjalanan yang harus ditempuh dari pantai bama ke gerbang pintu masuk adalah 2 jam.

Alamat Dan Rute Lokasi

Alamat Taman Nasional Baluran berada di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa timur. Kawasan ini memang perbatasan antara kabupaten banyuwangi dan situbondo.

Jadi, apabila sobat native ingin pegi ke tempat ini. sobat native hanya perlu mengikuti jalur Banyuwangi – situbondo. Kawasan ini berada di sepanjang jalan. Mudah bukan? Atau sobat native juga bisa menggunakan bus yang berangkat dari terminal banyuwangi dengan tujuan situbondo. Kemudian, turun di depan Taman Nasional Baluran.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk disini cukup murah di hari weekday, sobat native hanya membayar 15 ribu rupiah. Kalau wisatawan mancanegara harus membayar 150 ribu rupiah.

Jika, hari libur, maka sobat native akan ditarik uang sebesar 17.500, untuk wisatawan asing akan ditarik 225 ribu rupiah.

Tips Berburu ‘Blue Fire’ di Gunung ijen

Minggu, 30 Juni 2019 | 18:09 WIB

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTAWisatawan melihat Blue Fire atau api biru di dasar Kawah Gunung Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Selasa (9/8/2016) pagi hari. Kabupaten Banyuwangi yang mempunyai julukan sebagai Sunrise of Java tersebut mempunyai sejumlah tempat wisata andalan pantai maupun pegunungan dan dikenal hingga mancanegara.Penulis: Nur Rohmi Aida | Editor: Sri Anindiati Nursastri

KOMPAS.COM – Api Biru di Gunung Ijen, Jawa Timur, kerap diburu para petualang utamanya bagi mereka yang gemar fotografi. Sayangnya Api Biru Gunung Ijen yang hanya ada dua di dunia yakni di Indonesia dan Eslandia, tak selalu muncul setiap saat.

Fenomena gas yang keluar dari gunung belerang dan bercampur oksigen ini menampilkan bentuk layaknya lidah api berwarna biru. Inilah yang dikenal dengan Blue Fire.

Berikut KompasTravel menghimpun tips berburu Api Biru Gunung Ijen supaya kedatanganmu ke Gunung IJen nggak mengecewakan:

1. Mendakilah sekitar pukul 01.00 WIB

ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASASejumlah penambang membawa wisatawan atau pendaki menuju puncak Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (23/6/2018). Selain memudahkan pendaki, sejumlah penambang belerang mengakui membuka jasa taksi tersebut untuk mencari uang tambahan dengan memasang tarif berkisar Rp 800 ribu – Rp 1,2 juta per orang.

Waktu terbaik untuk melihat Blue Fire adalah saaat tengah malam, karena ketika langit gelap maka warna biru akan terlihat lebih jelas.

Berangkatlah sekitar pukul 01.00 WIB. Waktu tempuh sekitar 2 jam, tergantung kondisi fisik.

Api biru akan semakin mengecil ketika menjelang pukul 05.00 WIB, jadi jangan sampai Kamu bangun kesiangan!

2. Musim Kemarau

Blue Fire ketika musim penghujan tampil lebih malu-malu. Sedangkan saat musim kemarau, api biru Gunung Ijen cenderung lebih besar.

Saat musim kemarau sekitar bulan Juli – September adalah waktu terbaik untuk mendaki Gunung Ijen. Pasalnya jalur gunung yang berpasir kering, sehingga tidak licin dan lebih aman bagi pengunjung

Gunung Batur

Gunung Batur merupakan sebuah gunung berapi aktif di Kecamatan Kintamani, Kabupaten BangliBaliIndonesia.

Terletak di barat laut Gunung Agung, gunung memiliki kaldera berukuran 13,8 x 10 km dan merupakan salah satu yang terbesar di dunia (van Bemmelen, 1949). Pematang kaldera tingginya berkisar antara 1267 m – 2152 m (puncak G. Abang). Di dalam kaldera I terbentuk kaldera II yang berbentuk melingkar dengan garis tengah lebih kurang 7 km. Dasar kaldera II terletak antara 120 – 300 m lebih rendah dari Undak Kintamani (dasar Kaldera I). Di dalam kaldera tersebut terdapat danau yang berbentuk bulan sabit yang menempati bagian tenggara yang panjangnya sekitar 7,5 km, lebar maksimum 2,5 km, kelilingnya sekitar 22 km dan luasnya sekitar 16 km2 yang yang dinamakan Danau Batur. Kaldera Gunung Batur diperkirakan terbentuk akibat dua letusan besar, 29.300 dan 20.150 tahun yang lalu [1].

Gunung Batur terdiri dari tiga kerucut gunung api dengan masing-masing kawahnya, Batur I, Batur II dan Batur III.

Sumber : https://id.m.wikipedia.org

Tips Mendaki

akhir-akhir ini kegiatan mendaki gunung tidak hanya dilakukan oleh pencinta alam, melainkan kegiatan favorit dilakukan di kalangan muda mudi yang umumnya terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Banyak diantara mereka yang sudah berpengalaman dalam mendaki gunung, tapi tak sedikit juga yang belum begitu akrap dengan kegiatan yang satu ini. Kebanyakan dari mereka yang masih newbie dalam urusan mendaki gunung memiliki motivasi lebih  untuk mendaki karena mungkin ingin mecoba pengalaman baru yang penuh tantangan dan tak sedikit pula mereka yang di pameri foto-foto indahnya alam gunung dari teman-teman yang baru saja mendaki gunung sehingga mereka mempunyai keinginan untuk mendaki gunung setelah melihat foto mereka. Tetapi mendaki gunung agar bisa sampai puncak itu bukan perkara yang mudah.

tips mendaki gunung
gunung sindoro

Menurut pengalaman saya setelah beberapa kali mendaki gunung, banyak pendaki yang tidak sampai tujuan alias tidak sampai puncak yang dituju. Saya sebagai penulis juga pernah mengalami hal tersebut karena kurang persiapan. Kalo sudah terjadi begitu maka Cuma ada penyesalan. Tapi tenang saja saya akan bagi-bagi tips mendaki gunung untuk pemula yang harus di lakukan agar bisa sampai puncak. Oke langsung saja ke tips mendaki gunung bagi pemula :

  1. Melatih otot kaki dan kesimbangan

Kegiatan melatih otot kaki bisa dilakukan dengan lari di pagi hari atau sore hari, diusahakan rutin dilakukan seminggu sebelum mendaki . kegiatan ini bertujuan untuk melatih otot kaki agar tidak kaget dalam mendaki gunung mengingat trek yang harus dilalui tidak lah mudah. Tapi jangan khawatir apabila kamu bisa rutin dalam melakukan kegiatan ini, trek yang sesulit apapun mampu kamu lewati dengan mudah. Selain lari pagi ada juga hal yang harus kamu latih yaitu kesimbangan. Untuk melatih keseimbangan, bisa dilakukan dengan senam-senam kecil seperti berdiri beberapa saat dengan satu kaki . Kegiatan ini ideal dilakukan setelah lari pagi atau sore sudah kamu lakukan.  Apabila lari pagi atau sore dan senam kecil sudah kamu lakukan secara rutin, kamu sudah lolos tahap awal dalam persiapan medaki gunung bagi pemula.

2. Jaga Kesehatan

Kesehatan merupakan hal yang paling vital dalam proses pendakian gunung, bayangkan saja apabila naik gunung dalam keadaan tidak fit. Meurut pengalaman saya, dulu waktu naik gunung sindoro ada salah satu teman saya dalam keadaan tidak fit nekat untuk naik gunung, alahasil teman saya itu berhenti di tengah jalan alias tidak sampai. Tidak Cuma itu saja, dalam masa pejalanan teman saya itu hanya mebuat susah pendaki yang lain karena menghambat perjlanan dan terus mengeluh. Tentunya kamu tidak mau kan hal tersebut terjadi pada diri kamu, tapi tenang saja saya punya tips agar hal tersebut tidak terjadi yaitu diusahakan jangan tidur terlalu larut malam seminggu sebelum mendaki gunung dan tidurlah secara cukup.­­ Kalo perlu konsumsi lah vitamin agar kamu teteap fit sampe hari untuk mendaki telah tiba.

3. Perlengkapan yang harus di bawa Ketika Mendaki Gunung

Setelah persiapan fisik sudah di lakukan kini tinggal mempersiapkan peralatan yang harus dibawa di saat kamu mau mendaki gunung. Perlengkapan mendaki gunung juga hal yang patut kamu siapkan dengan baik, bisa fatal akibatnya kalau kamu tidak mempersiapkan peralatan yang akan kamu bawa. Cerita tentang pengalaman saya lagi hehehe, karena dari pengalaman kita akan belajar. Dulu waktu pertama kali mendaki gunung saya kurang memperhatikan dalam mempersiapkan peralatan mendaki gunung. Alhasil kegiatan mendaki gunung yang saya lakukan tidak seindah yang dibayangkan karena kurangnya dalam peralatan. Tentu hal tersebut tidak ingin terjadi pada kamu kan. Nah maka dari itu berikut peralatan yang wajib di bawa ketika mendaki gunung. Yang pertama yaitu jaket, sarung tangan, tutup kepala, sepatu gunung, kaos kaki, tas besar, tas kecil, sleeping bag, tenda, matras, senter, tongkat untuk meringankan beban tubuh, mantol,  peralatan memasak gunung jika diperlukan dan tidak lupa yaitu kamera buat selfie di puncak gunung 😀 . jangan lupa sebelum naik gunung kamu cek dulu perlengkapan kamu.

4. Konsumsi Yang Harus Dibawa

tips mendaki gunung bagi pemula
gunung sindoro

Konsumsi merupakan salah satu hal yang penting dalam proses mendaki gunung. Dulu saya pernah gagal sampai puncak gara-gara kehabisan konsumsi. Nah berikut konsumsi yang harus kamu bawa yaitu air putih 2 botol berisi 1.5L, Roti, Nasi + lauk kalo perlu, Mie instant, coklat untuk menambah tenaga kamu saat mendaki, kopi atau sejenisnya dan air cadangan. Itu merupakan konsumsi pokok yang harus saya bawa ketika mendaki gunung.

Baca juga : Candi Dieng, Pesona Candi di Atas Awan Yang Eksotik

5. Cara berjalan ketika mendaki

Ketika mendaki gunung juga tidak asal-asalan dalam berjalan, pastinya kamu tidak mau kan hal yang buruk terjadi pada kamu. Ya saya akan berbagi tips untuk berjalan di sulitnya trek gunung. Yaitu dengan kaki selalu lentur setiap kali menapakan kaki di tanah dan tetap focus pada pijakan. Apabila kaki kamu kaku maka kemungkinan cidera bisa terjadi dan itu akan menghambat kamu dalam proses mendaki.

6. Jangan malu untuk meminta berhenti jika capek

Sebagai pendaki pemula pastinya kemampuan dalam mendaki tidak seperti merekan yang sudah terbiasa, maka kamu tidak perlu malu berkata capek dan minta untuk berhenti sejenak. Daripada di paksakan malah tidak baik.

7. Diusahakan tidak mengeluh

Mengeluh dalam perjalanan mendaki merupakan hal yang tidak baik untuk di lakukan. Dengan mengeluh akan mempengaruhi psikis dalam diri kita dan bisa berimbas pada tubuh. Dalam proses pendakian sebaiknya jangan mengeluh walaupun dalam keadaan seperti apapun, alangkah baiknya menyemangati diri sendiri dan selalu ceria agar perjalan mendaki gunung mu tidak terasa semakain berat dan yang pasti mengasyikan

tips mendaki gunung bagi pemula
puncak gunung sindoro

8. Jangan membuang sampah di gunung

Tentu kita tidak inign kan indahnya lembah gunung yang di berikan tuhan kepada kita di kotori dengan sampah, maka jangan membuang sampah digunung. Alangkah baiknya jika sampah yang kita hasilkan di bawa turun.

9. Ikuti instruksi dan larangan petugas gunung

Sebelum mendaki kita tentunya harus mendaftar dulu ke petugas gunung setempat, nah setelah kita melakukan proses pendaftaran tersebut pastinya petugas gunung akan memberikan intruksi dan larangan ketika kita dalam perjalan mendaki gunung. Maka patuhilah instruksi dan larangan yang merekan sampikan.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai