Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Kokohnya dinding Gunung Muria seolah menyambut kedatangan bagi siapa pun yang berkunjung ke Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah. Desa yang terletak di lereng Muria ini menyajikan panorama yang menggugah decak kagum bagi setiap pengunjung. Jarak dari pusat Kota Kudus sekitar 18 kilometer. Untuk sampai ke sana diperlukan waktu sekitar 30 menit dari pusat kota. (BACA: Edelweis di Gunung Tak Boleh Diambil) Desa yang sebagian penduduknya berprofesi sebagai petani kopi ini makin ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah. Kedatangan wisatawan itu untuk berkunjung ke Wana Wisata Gardu Pandang Ternadi. (BACA: Lembah Asri Serang, Sepotong Surga di Kaki Gunung Slamet) Jangan heran, medan terjal dan menanjak akan dijumpai di dua kilometer terakhir menuju wana wisata itu. Kokohnya dinding Gunung Muria seolah menyambut kedatangan bagi siapa pun yang berkunjung ke Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah.(TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI) Namun, saat sampai di bukit semua peluh akan terbayar begitu melihat gugusan bukit di lereng Muria. Hijau dan kokohnya Gunung Muria pun menjadi daya tarik tersendiri. Di atas bukit Kakas, biasa warga menyebut, di situlah letak Wana Wisata Gardu Pandang Ternadi. Di sebelah utara, tersaji hijaunya Gunung Muria. Di sebelah selatan panorama Kudus dari ketinggian terhampar bagai permadani. Terbuat dari bambu, dengan tinggi sekitar dua meter begitulah kenampakan gardu pandang di bukit tersebut. Semua berjejer rapi. “Ini gardu pandang yang membuat masing-masing warga yang berjualan di bukit ini,” begitulah penjelasan Sutik (35), warga yang sejak awal berjualan di bukit Kakas. Kokohnya dinding Gunung Muria seolah menyambut kedatangan bagi siapa pun yang berkunjung ke Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah.(TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI) Sejak sejak enam bulan terakhir bukit itu digeruduk wisatawan. Ibu satu anak itu menjelaskan, semula hanya sekadar kebun biasa milik Perhutani. Beberapa warga ikut menggarap lahan atas persetujuan dari Perhutani. “Pertama ada salah satu perusahaan swasta yang membuat trek sepanjang dua kilometer untuk arena sepeda gunung. Mulai saat itu, bukit ini dikunjungi wisatawan,” tambah Sutik. Biaya masuk Rp 5.000 per orang
“Merapi tak pernah ingkar janji”
Konon istilah itu lahir dari pesona keindahan dari Gunung Merapi yang memang tidak bisa dimungkiri. Menjadi satu gunung api teraktif di dunia, sekitar kawasan Gunung Merapi sering dikunjungi oleh wisatawan.
Saat ini Gunung Merapi masih berstatus waspada. Dalam enam bulan terakhir setidaknya sudah terjadi dua kali letusan abu vulkanik yang cukup besar. Oleh karena itu, pendakian ke Gunung Merapi ditutup total hingga waktu yang belum ditentukan.
Namun jangan khawatir, kamu masih bisa menikmati pesona gagahnya Gunung Merapi dari kejauhan. Ada beberapa destinasi yang menawarkan lanskap pemandangan Gunung Merapi ini.
Instaragam.com/atika_muth
Air Terjun Kayang terletak di dua gunung, yakni Gunung Merbabu dan Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Ngagrong, Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah yang bisa ditempuh melalui jalan utama Boyolali-Magelang.
Ada dua spot utama yang bisa kamu pilih, pertama spot panorama atas yang menyuguhkan pemandangan Gunung Merapi yang tampak sangat dekat, yang letaknya tak jauh dari pintu masuk, sehingga kamu tak perlu mengeluarkan tenaga yang besar.
Sedangkan spot utama lainnya adalah air terjun itu sendiri yang memiliki debit air yang cukup deras. Untuk sampai ke tempat ini kamu perlu melakukan trekking yang sedikit mnguras tenaga.
Air Terjun Kedung Kayang
Alamat: Dusun Ngagrong, Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah
Tiket Masuk: Rp2.000,-
Instagram.com/ketep_pass_magelang
Masih di kawasan Desa Ketep, Magelang, tempat lainnya untuk menikmati pesona gagahnya Gunung Merapi adalah Gardu Pandang Ketep Pass yang diresmikan oleh Presiden Megawati pada tahun 2002 silam.
Bila kamu ingin menuju ke tempat ini ada tiga pilihan jalur. Bila kamu dari Jogja atau Magelang bisa menggunakan jalur pertama melalui Jalan Magelang-Muntilan-Blabak-Sawangan-Ketep. Sedangkan bila kamu dari arah Solo dan Boyolali bisa melalu jalur Boyolali-Pasar Selo-Ketep Pass. Dan bila dari Semarang atau Salatiga kamu bisa mengambil rute Semarang-Salatiga Kopeng-Blabak-Ketep Pass.
Jalan menuju Ketep Pass sudah cukup bagus dan bisa dilalui oleh kendaraan roda empat maupun dua, namun jalanannya berkelok dan menanjak, jadi kamu perlu ekstra hati-hati dalam berkendara bila akan berkunjung ke sini.
Waktu terbaik untuk melihat keindahan Gunung Merapi dari Ketep Pass ketika pagi atau sore hari, dimana cuaca masih belum terlalu panas, kabut sudah menghilang dan biasanya Gunung Merapi terlihat bersih dengan langit birunya.
Ketep Pass
Alamat: Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Magelang, Jawa Tengah
Tiket Masuk: Rp10.000,- per orang.
Baca Juga: 5 Spot Wisata Kece di Lereng Gunung Merapi, Gak Perlu Capek Mendaki
Instagram.com/ekajullia
Berpindah ke kawasan Klateng, Jawa Tengah, satu destinasi yang menyuguhkan pesona Gunung Merapi untuk kamu kunjungi adalah Kali Talang Balerante yang terletak di ketinggian sekitar 1.160 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Menariknya lagi, di sini tampak jelas puncak gunung lengkap dengan aliran awan panas yang ada di sisi selatan Gunung Merapi yang menganga dan menjadi satu pemandangan eksotis tersendiri.
Bila hendak berkunjung ke Kali Talang Balerante sebaiknya kamu membawa camilan dan minuman sebagai bekal santapanmu, karena di kawasan ini jarang terlihat warung-warung yang menjajakan makanan.
Waktu terbaik untuk datang ke Kali Talang Balerante adalah ketika pagi, karena pada waktu tersebut cuaca biasanya cerah dan tidak berkabut yang membuat Puncak Merapi terlihat lebih jelas. Jangan lupa lensa tele yang membuat puncak, kawah dan aliran lava Merapi lebih tampak terlihat.
Kalitalang Balerante
Alamat: Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten Jawa Tengah
Tiket Masuk: Rp5.000,-
Instagram.com/jan.nugroho
Kaliadem adalah saksi bisu dari ganasnya awan panas yang memporakporandakan satu dusun dari terjangan lahar dingin dari bencana erupsi Merapi pada tahun 2006 dan 2010. Di sini kamu juga bisa menemukan bunker yang dijadikan tempat perlindungan warga ketika erupsi berlangsung.
Namun, saat ini sisa lahar, pasir dan material bebatuan yang terlontar dari Gunung Merapi di Kaliadem ini menjadi daya tarik tersendiri para pengunjung yang datang dari berbagai tempat. Belum lagi kamu bisa melihat Gunung Merapi yang berdiri tampak gagah di sebelah utara.LANJUTKAN MEMBACA ARTIKEL DI BAWAH
Biasanya pengunjung yang datang menggunakan fasilitas Lava Merapi Tour yakni menjelajahi kawasan Kaliadem dan melintasi jalur yang menantang adrenalin seperti jalan sempit yangberpasir dan berbatu dengan menggunakan Jeep. Harga sewa Jeep ini bervariasi, mulai Rp 350 ribu per kelompok tergantung lama dan rute yang dilalui.
Kaliadem
Alamat: Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta
Tiket Masuk: Rp 10.000 (Masuk Bunker)
Instagram.com/jogjafoodranger
Masih satu kawasan dengan Kaliadem, Kali Kuning menawarkan lanskap Gunung Merapi.
Hal ini karena letak Kali Kuning tak jauh sekaligus terbentuk dari aliran lahar letusan Gunung Merapi beberapa tahun silam. Dan saat ini Kali Kuning menjadi lingkungan asri yang ditumbuhi banyak pepohonan hijau.
Penorama alam yang disuguhkan oleh Kali Kuning ini juga bermacam-macam. Selain lanskap Gunung Merapi di sisi utaranya, kamu bisa menikmati Bukit Plawangan yang hijau di sisi barat dari Kali Kuning.
Kali Kuning
Alamat: Bebeng, Palemsari, Umbulharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta
Harga Tiket Masuk: Rp3.000,-
Instagram.com/ahmadnurz02
Ketika berada di Magelang, kamu juga bisa menikmati keindahan Gunung Merapi yang tegak berdiri. Tempat ini bernama Jurang Jero yang mempunyai tutupan vegetasi didominasi oleh pohon pinus merkuri.
Banyak aktivitas yang bisa dilakukan ketika berada di Jurang Jero seperti mengamati burung, bersantai hingga camping. Jurang Jero juga biasa digunakan untuk kegiatan perkemahan sekolah, outbond hingga liburan keluarga.
Jurang Jero
Alamat: Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Tiket Masuk: Gratis
Instagram.com/geiadeya
Tepat bersebelahan dengan Gunung Merapi, kamu bisa menikmati pesona megahnya Gunung Merapi dengan mendaki Gunung Merbabu via Selo yang terletak di Boyolali. Biasanya para pendaki menikmati lanskap Gunung Merapi ini di pos 3 (bayangan), juga Pos 4 (Sabana 1) dan Pos 5 (Sabana 2).
Tidak hanya dapat menikmati pesona Merapi yang menawan, mendaki Gunung Merbabu via Selo juga akan dimanjakan dengan hamparan luas padang sabana dengan bukit-bukit kecil seperti berada di film Teletubbies.
Proses pendakian membutuhkan waktu 4-8 jam, tergantung dengan kecepatanmu berjalan jadi kamu perlu mempersiapkan tubuh agar tetap bugar ketika mendaki dan membawa perlengkapan yang memadai.
Namun untuk saat ini, semua jalur pendakian Gunung Merbabu ditutup total untuk sementara karena terjadi kebakaran di beberapa area. Kamu bisa mengunjunginya ketika jalur pendakian ini sudah dibuka kembali untuk umum.
Merbabu Via Selo
Alamat: Desa Genting Tarubatang, Dusun I, Suroteleng, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah
Harga: Rp15.000,- per orang.
Instagram.com/sheto_chenko
Hanya menempuh perjalanan kurang dari 1 jam dari Kota Yogyakarta, kamu bisa mendatangi Bukit Klangon yang menawarkan suasana sejuk khas pegunungan dengan panorama hijau memanjakan mata.
Bukit Klangon sebenarnya adalah gardu pandang Merapi, hal ini karena jaraknya hanya 4 kilometer dari Gunung Merapi, sehingga kamu bisa melihat gagahnya bentuk Gunung Merapi yang tampak jelas dari kejauhan. Latar Gunung Merapi inilah yang menjadi spot favorit para pengunjung yang datang.
Selain berfoto, kamu juga bisa bersepeda menjelajahi kawasan ini dengan track sepeda sepanjang 20 kilometer yang ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam. Tidak hanya mendapatkan pemandangan yang indah, badan juga bisa menjadi lebih bugar.
Bukit Klangon
Alamat: Kalitengah Lor, Glagaharjo, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Tiket Masuk: Gratis
Ungkapan ‘Merapi tak pernah ingkar janji’ sepertinya benar adanya. Dari sudut mana pun kamu akan terpana dengan keindahan yang disuguhkan oleh Gunung Merapi. Baik dari Jogja, Magelang, Klaten dan Boyolali, ada tempat-tempat yang bisa kamu kunjungi ketika rindu dengan Merapi.

detikTravel Community – Di Jawa Barat, nama Gunung Cikuray di Garut cukup populer di kalangan traveler. Di puncaknya, traveler bahkan bisa melihat lautan awan yang indah.
Gunung Cikuray terletak didesa Dayeuhmanggung, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.821 MDPL dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, Gunung Pangrango, dan Gunung Gede.
Gunung Cikuray tidak mempunyai kawah aktif dan beriklim tropis basah. Yang menjadi daya tarik dari gunung Cikuray adalah menikmati sunrise dan sunset di puncaknya yang terkenal dengan sebutan Negeri Diatas Awan.
Jalur pendakian ke Gunung Cikuray ada 3 yaitu jalur Bayongbong, Cikajang, dan Cilawu (yang merupakan jalur favorit para pendaki).
Dalam pendakian Gunung inilah kami (Titis Traveler, Ary, Iwan, dan Poker Adventure (Ari, Agoy, Dwiki, dan Hamzah) bertemu. Pertemuan dan perkenalan kami bermula saat bersama sama menaiki Mobil Pick Up menuju Stasiun Pemancar (Jalur pendakian Ciliwu).
Lalu kami sepakat untuk mendaki bersama sama dalam sebuah tim dan berjanji untuk tetap setia dalam suka maupun duka dalam pendakian ini. Oh So Sweet.
Perjalanan dengan menaiki mobil pick up bukanlah perjalanan yang terbilang mudah, karena medan jalan yang dilewati berupa batu batuan besar disertai dengan tanjakan yang terjal dan juga panjang.
Tak heran beberapa kali mobil kami kehilangan tenaga dan mengharuskan beberapa dari kami harus turun (mengurangi beban mobil). Kemudian mobil tersebut melakukan manuver mundur dan kembali maju dengan kecepatan tinggi. Ahh kaya lagu Syahrini maju mundur maju mundur cantik cantik.
Kami tiba di Stasiun Pemancar sekitar pukul 07.30 WIB kemudian sarapan, minum teh dan kopi. Tempat ini disebut stasiun Pemancar karena di lokasi ini terdapat beberapa pemancar stasiun TV seperti MNC, Global TV, ANTV, dsb-nya.
Sekitar pukul 8, kami memulai pendakian. Di awal pendakian menuju pos 1, kami melewati perkebunan teh yang begitu hijau dan indah. Namun trek yang dilalui tergolong licin dan menanjak sehingga dibutuhkan kehati-hatian.
Tiba di Pos 1, Kami laporan, mengisi SIMAKSI dan perbekalan air karena pada jalur pendakian ini air hanya tersedia di pos 1. Total pos pada pendakian ini berjumlah 7 pos ditambah dengan pos bayangan.
Jarak antar pos pun bervariasi, tapi jarak yang terjauh adalah jarak pos 1 ke pos 2 dan pos 2 ke pos 3. Berbicara tentang trek yang dilalui saat pendakian, trek pendakian ini bisa dibilang angker.
Bukan angker dalam arti seram, namun mayoritas treknya licin, disertai dengan akar akar pohon, serta tanjakan dengan sudut sekitar 45-60 Derajat. Bahkan sangat jarang ditemui bonus (trek landai) yang merupakan trek favorit bagi para pendaki.
Trek yang demikian membuat kami banyak melakukan perhentian, tak jarang kami menggunakan istilah 2-5 yaitu 2 kali melangkah, 5 menit istirahat.
Jam demi jam terus berlalu, rasa lelah dan mengantuk yang luar biasa terkadang membuat kami ingin menyerah. Di sinilah saya baru menyadari bahwa benar apa yang dikatakan para pendaki, bahwa seorang pendaki harus mencoba Gunung Cikuray.
Penantian panjang kami akhirnya terhenti, setelah kami tiba di Pos Bayangan sekitar pukul 17.00 WIB. Total waktu pendakian yang kami tempuh adalah 9 Jam.
Tanpa berpikir panjang kami segera mendirikan tenda (karena suhu dingin disertai angin kencang membuat tubuh kami kedinginan). Selesai mendirikan tenda kami lanjutkan dengan memasak, setelah itu kami bersitirahat.
Pukul 04.30 WIB kami sudah terbangun, menikmati secangkir kopi dan mempersiapkan perlengkapan untuk summit. Jarak dari Pos Bayangan ke Puncak Cikuray tidaklah terlalu jauh.
Ketika kami tiba di puncak, ternyata sudah banyak pendaki yang menantikan sunrise. Sunrise pun muncul dengan keindahannya. Puncak Cikuray yang dikeliling gunung-gunung dan berada di atas awan. Dari puncak ini pun kami bisa melihat keindahan kota Garut. Luar biasa!
Rasa lelah pendakian panjang kami terbayar lunas dengan pemandangan indah di puncak Gunung Cikuray. Lunas bukan kredit. Kabut pun turun, kami memutuskan kembali ke tenda untuk sarapan dan packing.
Selesai packing kami melakukan penurunan. Waktu yang kami tempuh saat penurunan tidak selama waktu saat pendakian. Begitu pula rasa lelah saat penurunan tidak selelah saat pendakian.
Gunung Cikuray memang menyajikan pemandangan yang luar biasa indah. Tak jarang banyak pendaki yang ingin ke sini. Namun, belajar dari pengalaman para pendaki terdahulu alangkah baiknya saat ke sini menggunakan sepatu gunung.
Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Istirahat cukup sehari sebelum pendakian dan jika lelah jangan memaksakan diri untuk terus mendaki.
Gunung Cikuray telah mempertemukan dan mengikat kami dalam sebuah ikatan persahabatan. Demikian kisah kami, dan kisah kami tidak akan berhenti di sini. Salah satu tempat terbaik menemukan sahabat adalah gunung.
Gunung Ciremai merupakan salah satu objek wisata yang sangat menarik untuk kita jelajahi. Selain menyimpan keindahan alam yang luar biasa, akses ke sana pun cukup mudah dijangkau. Gunung inipun dikenal sebagai sumber kehidupan bagi warga sekitarnya.

Gunung Ciremai dikenal sebagai salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian sekitar 3.078 mdpl. Tak heran kalau gunung ini menjadi salah satu primadona para pendaki di pulau Jawa. Medan pendakian pun dikenal menanjak dan curam. Namun ini menjadi keunikan tersendiri yang membuat adrenalin terpacu dan cukup menguras tenaga untuk mendaki hingga ke puncaknya.
Gunung Ceremai secara administratif masuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Gunung Ciremai merupakan gunung berapi dengan bentuk kerucut. Di sekitar gunungnya pun terdapat keanekaragaman margasatwa yang cukup bervariasi.
Nama Gunung Ciremai sendiri berasal dari kata cereme, yaitu sejenis buah dengan rasa yang sangat asam. Namun sebagaimana nama tempat di wilayah Pasundan lainnya, yang identik dengan penggunaan awalan “ci”, maka gunung ini lebih dikenal dengan nama Gunung Ciremai.
Gunung Ciremai pun punya keunikan tersendiri, karena memiliki dua buah kawah, yaitu Kawah Barat dengan radius 400 m, yang terpotong oleh Kawah Timur dengan radius 600 m. Sementara di lereng selatan pada ketinggian 2.900 mdpl, terdapat bekas titik letusan yang sering dikenal dengan Goa Walet.
Sama seperti daerah pegunungan lainnya, Gunung Ciremai pun memiliki keragaman flora dan fauna. Di bagian bawah gunung didominasi hutan pinus, sedangkan di bagian atas terdapat hutan alami. Salah satu flora yang menjadi primadona di sana ialah Bunga Edelweiss yang mekar dengan indah saat musim kemarau tiba.
Selain kawasan hutan, yang menarik di Gunung Ciremai ialah keragaman faunanya. Berdasarkan penelitian, ditemukan sekitar 12 jenis spesies amphibi, berbagai jenis reptil seperti ular, kadal, cicak dan bunglon, serta lebih dari 20 spesies mamalia, dan lebih dari 95 spesies burung yang menghuni kawasan Gunung Ciremai.
Maka tak heran jika pada tahun 2004, Gunung Ciremai pun masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, dengan total wilayah mencapai 15.000 hektare.
Gunung Ciremai bisa dibilang sebagai sumber kehidupan warga sekitar kaki gunung. Karena terdapat sungai-sungai yang bersumber dari Gunung Ciremai. Ada sekitar 43 buah anak sungai, dengan 156 titik mata air. Di mana sekitar 140 titik mata air terus menerus mengalirkan air sepanjang tahun dengan kualitas airnya memenuhi standar untuk diminum.
Di kaki Gunung Ciremai pun ada sekitar 4 perkemahan yang bisa kita pakai untuk camping, yaitu Perkemahan Balong Dalem, Perkemahan Cibunar, Perkemahan Palutungan, dan Perkemahan Woodland Hulu Ciawi.
Selain perkemahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai pun ada pemandian alam yang menarik untuk kita coba, yaitu Sumur 7 Cibulan dan Pemandian Cigugur.
Bagaimana, tertarik untuk menikmati keindahan dan keunikan yang dimiliki Gunung Ciremai?
Gunung Kelud merupakan salah satu spot petualangan yang lengkap. Kelengkapan ini merupakan kombinasi dari keindahan sekaligus berbahayanya Gunung Kelud. Penasaran seperti apa kelengkapan spot petualangan ini?
Satu dari sekian banyaknya pegunungan di Jawa Timur, semua memiliki pemandangan alam yang indah serta spot-spot menantang untuk ditaklukan. Termasuk Gunung Kelud, gunung ketiga yang menjadi favorit setelah Gunung Semeru dan Gunung Bromo.
Salah satu keindahan dari Gunung Kelud yang sudah terkenal keberadaannya adalah pemandangan yang tidak ada habis-habisnya saat perjalanan memuncak. Perbukitan hijau serta perkebunan nanas menjadi salah satu pemandangan yang bisa lo lihat saat mendaki Gunung Kelud.BACA JUGA: Telaga Warna Wonosobo, Wisata di Dieng Yang Populer dan Melegenda
Gunung Kelud merupakan salah satu spot petualangan yang paling lengkap spot-spot penuh tantangan yang perlu ditaklukan oleh lo, bro. Selain perbukitan, lading dan lembah, Gunung Kelud juga dilengkapi dengan air terjun yang indah.
Sepanjang perjalanan untuk pergi ke Puncak Gunung Kelud, lo juga akan ditemani oleh berbagai warung-warung makan. Dengan begitu, lo tidak perlu ketakutan untuk kehabisan perbekalan logistik makanan dan minuman ya.
Walau terdapat berbagai warung makan di sepanjang perjalanan tersebut, tidak membuat perjalanan lo untuk ke puncak Gunung Kelud terganggu, kok. Masyarakat sekitar yang mempunyai warung-warung tersebut mengerti jika untuk tetap menjaga kelestarian Gunung Kelud.

Gunung Kelud tidak sekali saja untuk meletus, sejarah mencatat jika gunung berapi aktif ini sudah beberapa kali mengeluarkan isi perutnya. Terakhir, Gunung Kelud memuntahkan isi perutnya di tahun 2014 lalu.
Letusan tersebut sayangnya menghilangkan beberapa spot keren dengan pemandangannya yang indah, favorit para petualang. Terlebih, sekarang ini, Gunung Kelud mempunyai berbagai kawah lava, yang tidak bisa didekati oleh petualang karena berbahaya.

Untuk sekarang ini, pihak pengelola memberikan kesempatan para petualang untuk melihat kubah lava Gunung Kelud, walau hanya dari kejauhan, kubah lava tersebut terlihat masih berbahaya. Disekitaran kubah lava tersebut terdapat genangan air, yang sesekali mengeluarkan kepulan asap.
Artinya, suhu udara di sana bisa dikatakan panas, dikarenakan oleh lava panas tersebut. Berkaitan dengan suhu udara yang bisa menjadi panas, Gunung Kelud juga memiliki pemandian air panas, lho. Masyarakat sekitar percaya, bahwa siapapun yang merendamkan tubuhnya ke air panas tersebut, niscaya akan kembali segar lagi.

Saat menuju Gunung Kelud, lo akan melihat fenomena aneh yang ada di jalan raya tersebut, yang akan menuju Gunung Kelud. Pasalnya, sebuah jalan raya yang terlihat biasa saja ini mampu untuk menjalankan sebuah mobil dengan keadaan netral, padahal jalan tersebut juga tidak menurun.
Sampai saat ini, jalan tersebut masih menjadi misteri dan masyarakat sekitarpun tidak menemukan apa-apa di sana. Oleh karena itu, tidak ada kejelasan yang mampu menjelaskan fenomena tersebut.

Gunung Kelud tidak terlalu jauh dengan pusat Kota Kediri. Jaraknya hanya sekitar 30 kilometer saja. Oleh karena itu, Gunung Kelud dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat.
Untuk lo yang akan menggunakan kendaraan roda dua, lo bisa memarkirkan kendaraan lo sampai pintu masuk. Namun, untuk lo yang akan menggunakan kendaraan roda empat, lo hanya bisa memarkirkan kendaraan lo di tempat yang sudah disediakan.
Selebihnya lo perlu berjalan kaki untuk sampai di pintu gerbang menuju Gunung Kelud. Rute untuk menuju Gunung Kelud terbilang cukup mudah. Dengan jalan raya yang sudah di aspal rapi, rute favorit para petualang adalah Kota Kediri, Wates, Menuju Ngancar lalu ke Desa Sugihwaras, dan sampai ke lokasi Gunung Kelud.

Setelah sampai di gerbang menuju Gunung Kelud, lo tidak bisa asal langsung masuk saja tanpa membeli tiket retribusi, ya. Untuk hari biasa, harga tiket dikenakan sebesar Rp. 5.000 saja, dan saat akhir pekan, harga tiket berubah menjadi Rp. 10.000 saja.
Cukup terjangkau untuk sebuah tiket perjalanan ke spot petualangan seperti gunung ini. Perlu lo ketahui juga nih bro – bahwa terkadang Gunung Kelud tidak menerima tamu. Artinya, Gunung Kelud tengah sedang aktif dan berbahaya untuk dikunjungi.
Jika sudah seperti itu, sebaiknya lo mematuhi larangan tersebut karena Gunung Kelud terkenal berbahaya jika sudah akan memuntahkan isi perutnya keluar. Bro, perlu lo ingat, letusan dan ledakan dari Gunung Kelud cukup berbahaya untuk sekian jarak yang tidak bisa lo tentukan begitu saja.
Wah, bagaimana nih bro? Dengan keindahan serta bahayanya Gunung Kelud? Apakah lo cukup tertantang untuk menaklukan puncaknya? Jika iya, langsung saja siapkan waktu luang, siapkan budget secukupnya, berkemas dan berangkat, bro!
Obyek wisata Gunung Bromo termasuk dalam kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang berlokasi di Provinsi Jawa Timur. Obyek wisata ini tidak lagi baik bagi wisatawan domestik maupun turis asing. Seharusnya sebagian besar dari mereka yang berkunjung ke Provinsi Jawa Timur, maka harus mengunjungi tempat wisata ini agar perjalanan Anda sempurna.
Obyek wisata Gunung Bromo, sumber: intaninchan.wordpress.com
Tentunya Anda akan menikmati liburan yang luar biasa dengan objek wisata yang ada di Kabupaten Pasuruan ini. Di sekitaran lokasi objek wisata Gunung Bromo, Anda bisa mengunjungi lima spot objek wisata berikut ini:
Kawah Gunung Bromo, sumber: travelingyuk.com
Hamparan lautan pasir yang terletak di kaki Gunung Bromo memiliki luas sekitar 10 Kilometer persegi. Pada seperempat perjalanan pertama Anda, Anda dapat menyewa jip untuk menyimpan tenaga dan pada tiga perempat Anda dapat berjalan kaki menyediakan kuda yang disediakan oleh masyarakat suku Tengger.
Kuda yang dapat Anda sewa di kawasan wisata Gunung Bromo, sumber: travelbackpacker.info
Selama berjalan, Anda harus mengarungi lautan karena pasir jeep tersebut hanya akan mengantar sampai di tugu penanda radius bahaya di sekitaran Gunung Bromo. Agar stamina Anda pas, sebelum perjalanan Anda bisa meluangkan waktu untuk tidur secukupnya, memulai perjalanan di pagi hari agar tidak ketinggalan sunrise yang indah dengan kostum baju penghangat lengkap dari kaki sampai kepala. Jika Anda sudah terbiasa berolahraga di pagi hari, perjalanan menuju Gunung Bromo akan terasa ringan dan menyenangkan. Namun, jika Anda belum siap, pasir yang tebal akan membuat Anda terengah dan kecapekan. Ketika Anda sampai di puncak Gunung Bromo, Anda akan menyaksikan Gunung Bromo yang indah berwarna putih lembut dengan isi belerang di dalamnya.
Indahnya suasana matahari terbit di Gunung Bromo, sumber: wisatagunungbromo.com
Para wisatawan yang datang ke Gunung Bromo biasanya datang dan menginap di malam hari lalu di pagi hari pulang ke gunung Bromo untuk menikmati indahnya matahari terbit. Sungguh menarik wisatawan di daerah puncak Gunung Pananjakan menantang disebelah barat Gunung Bromo. Ini adalah gunung dengan puncak tertinggi di lokasi ini dimana Anda dapat melihat gunung – gunung di sekitaran Gunung Bromo seperti deretan Gunung Batok yang berlatar belakang Gunung Semeru.
Bukit Teletubbies yang merupakan hamparan savana yang cukup luas, sumber: celoteh4ti.wordpress.com
Dari kejauhan melihat Gunung Bromo hanya disuguhi hamparan pasir dan kawah tanpa ada penghijauan sama sekali. Tampilan ini ternyata kurang tepat. Di sekitaran Gunung Bromo ternyata Anda dapat menemukan hamparan savana yang disebut dengan bukit Teletubbies dimengerti di sebelah timur kawasan gunung ini. Anda bisa mengunjunginya dengan paket wisata yang disediakan oleh jeep .
Pasir Berbisik, sumber: agentwisatabromo.com
Salah satu film di Indonesia tidak pernah mengambil pengaturan tempat di tempat wisata ini, bahkan judul film ini sama dengan nama tempat diambilnya film tersebut, yaitu Pasir Berbisik. Jika didengarkan secara seksama, di lokasi ini Anda akan mendengar tiupan angin mengenai permukaan pasir sehingga membuat munisi bunyi yang tidak biasa. Bagi Anda yang akan melangsungkan pernikahan, kegiatan prewedding di lokasi pasir Berbisik ini akan memberikan kesan yang sempurna untuk foto Anda bersama pasangan.
Mengintip Pesona Gunung Merbabu, Primadona dari Jawa Tengah
Berdiri kokoh dengan ketinggian 3.145 meter diatas permukaan laut (mdpl), gunung ini menawarkan keindahan yang sulit untuk dilupakan. Sensasi pendakian yang menantang dengan pemandangan yang mengagumkan menjadi oase tersendiri bagi para pendaki, penikmat ketinggian yang akrab dengan udara dingin khas pegunungan. Bertetangga dengan Merapi, gunung ini tidak kalah dalam menawarkan keindahannya yang tiada tara. Tak heran, oleh sebagian pendaki ia dijuluki “Little Rinjani.” Gunung Merbabu, namanya.
Terletak di antara tiga kabupaten, yaitu Semarang, Boyolali dan Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe strato, yaitu tersusun dari batu – batuan hasil letusan yang terjadi berulang – ulang kali. Secara etimologi, Merbabu berasal dari dua suku kata, meru (gunung) dan abu (abu). Nama ini pertama kali dimunculkan pada naskah – naskah Belanda. Sebagai gunung berapi, Merbabu pernah meletus pada tahun 1560 dan 1979. Saat ini, gunung ini sudah tidak aktif lagi.
Gunung Merbabu memiliki empat jalur utama yaitu jalur Selo dari Boyolali, jalur Kopeng dari Salatiga, jalur Wekas dari Magelang dan Suwanting dari Magelang. Trek yang ada di setiap jalur ini merupakan kombinasi dari jalan datar, bergelombang hingga menanjak. Diantara keempat jalur pendakian tersebut Selo menjadi favorit para pendaki karena jalurnya yang relatif mudah dan pemandangan yang sangat menarik mata. Pada pagi hingga siang hari, mata anda akan disuguhkan dengan hijaunya padang ilalang dan sabana yang memanjakan mata, sementara di malam hari anda akan melihat gemerlapnya pemandangan kota dari ketinggian.
Terdapat tiga puncak yang ada di gunung ini, yaitu Puncak Triangulasi , Puncak Kentheng Songo dan Puncak Syarief. Di puncak gunung ini seringkali dilakukan upacara atau ritual keagamaan oleh masyarakat sekitar yang masih menganut Kejawen, kepercayaan lokal masyarakat Jawa. Yang paling menarik dari para penganut Kejawen ini adalah ritual sembahyang di puncak gunung selalu diakhiri dengan kegiatan pembersihan gunung. Sampah – sampah yang ada akan diambil, dikumpulkan dan dibawa turun. Hal ini tentunya menjadi pelajaran yang berharga bagi setiap orang yang melakukan pendakian, bahwa menjaga kelestarian alam adalah sebuah kewajiban yang mesti dilakukan oleh setiap orang, termasuk tidak membuang sampah secara sembarangan.
Sangat populer dikalangan pendaki, Merbabu menawarkan paket pendakian yang cukup lengkap. Medan yang tidak terlalu berat dengan pemandangannya yang sangat memanjakan mata. Betapa tidak, hutan yang lebat dengan berbagai sabana yang menghijau menjadi keindahan tersendiri dari Gunung Merbabu. Ditambah lagi, dari gunung ini anda bisa menikmati gagahnya gunung – gunung lain yaitu Merapi, Sumbing, Sindoro, Slamet dan Gunung Prau. Tertarik melakukan pendakian dengan sensasi yang menakjubkan? Gunung Merbabu menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati keindahan alam Indonesia yang tidak ada bandingnya. Sungguh bersyukur, bahwa Tuhan menganugerahkan negeri ini dengan kekayaan yang begitu sayang untuk dibiarkan begitu saja.
Posted on by Gogonesia
Masih tentang Bali, mungkin kamu sudah berkali-kali menjelajahi Pulau Dewata ini. Tapi pernahkah kamu ke Nusa Penida? Kalau belum, sebaiknya segera masukkan pulau di timur Bali ini ke bucket list kamu, karena di sana ada banya destinasi wisata unik yang siap membuat kamu terpesona. Kerennya lagi, tempat-tempat tersebut jarang diketahui turis!
Nusa Penida bisa diakses lewat jalur laut dari Bali. Pertama, menumpang kapal Ro-Ro dari Padang Bai. Pilihan kedua, naik jukung (perahu tradisional) dari Sanur atau Kusamba (sekitar Rp40.000). Pilihan ketiga, naik fast boat dari Sanur atau Padang Bai (sekitar Rp75.000), atau (kalau punya budget lebih), bisa pilih opsi cruising.
So, ada apa aja di Nusa Penida? Gogonesia sudah mengumpulkannya untuk kamu. Ini dia:
#1 Pantai Atuh
Pantai dengan keindahan panorama yang juara banget: perpaduan antara pasir putih, lautan gradasi biru tua-biru muda-kehijauan, dan formasi batu karang nan eksotik. Laut di pantai yang diapit dua bukit hijau ini sangat jernih, seperti agar-agar biru transparan yang memamerkan terumbu karang di dasarnya.
Untuk mencapai pantai yang membentang sepanjang 500 meter ini, kamu harus menuruni bukit, melewati perkampungan dan perkebunan, serta pepohonan kelapa. Ini akan jadi petualangan yang seru!
Lokasi: Pejukutan, Nusa Penida, Klungkung, Bali.
Koordinat GPS: -8.773396, 115.621701



#2 Pasih Uug (Broken Bay)
Pantainya mirip dengan Uluwatu, berada di kaki tebing karang dan menawarkan panorama yang memukau. Hanya saja di sini ombaknya lebih tenang. Yang unik adalah adanya batu karang yang bolong menyerupai pintu gerbang menuju kolam raksasa yang dipagari tebing-tebing karang. Kadang kamu bisa melihat pari atau penyu berenang di airnya yang biru sebening kaca.
Lokasi: Sakti, Nusa Penida, Kec. Klungkung, Bali.
Koordinat GPS: -8.732480, 115.450844



#3 Angel’s Billabong
Cuma ada dua tiga yang cocok menggambarkan tempat ini: it’s unbelievably cool! Angel’s Billabong adalah muara sungai yang berakhir di laut, membentuk kolam panjang yang diapit tembok karang. Air lautnya berwarna biru kehijauan dan sangat jernih, sehingga kamu bisa melihat dasarnya yang berceruk-ceruk. Kalau sedang tidak pasang, kamu bisa berenang sepuasnya di sini! Letaknya tak jauh dari Pasih Uug.
Lokasi: Sakti, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali
Koordinat GPS: -8.733462, 115.450191



#4 Hutan, Pantai dan Mata Air Tembeling
Masih jarang diketahui turis, hutan, pantai dan mata air Tembeling (atau Temeling) menyimpan keindahan alami yang merupakan perpaduan dari ketenangan dan alam liar. Kamu harus berjalan menembus hutan hujan selama satu jam sebelum tiba di Mata Air Tembeling yang jernih dan segar airnya. Kamu bisa berenang di sini, dan kolamnya pun dipisah antara laki-laki dan perempuan. Namun hati-hati, ada spot yang kedalamannya mencapai 7 meter. Di tepian hutan ada pantai berbatu yang cantik, di mana kamu bisa memandang lautan biru.
Lokasi: Desa Batumadeg, Kecamatan Klungkung, Nusa Penida, Bali.
Koordinat GPS: -8.770717, 115.496950



#5 Dive Sites
Nusa Penida punya banyak sekali dive sites dengan pemandangan bawah air yang luar biasa. Beberapa yang direkomendasikan adalah Toyapakeh (terumbu karang subur dengan banyaknya ikan besar seperti giant trevallies), Ceningan Wall (tembok koral vertikal dengan kedalaman 180 meter), Crystal Bay (ikan mola-mola, Napoleon fish, terumbu karang yang sehat, gua-gua bawah laut dan table coral raksasa yang dihuni ratusan ikan), Manta Point (tempat manta raksasa) dan Temple Point (candi dan patung Buddha di dasar lautan yang dihuni ratusan ikan).







#6 Pura Dalem Penataran Ped
Tenang dan damai seperti suasana pura di Bali pada umumnya, Pura Penataran Ped istimewa karena pemandangan indah hutan dan pepohonan kelapa di sekitarnya. Pura ini sangat populer sebagai obyek wisata spiritual di Nusa Penida.
Lokasi: Jl. Ped – Buyuk, Ped, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
Koordinat GPS: -8.677989, 115.523334


#7 Lompat Tebing di Nusa Ceningan
Bergeser sedikit dari Nusa Penida, tepatnya di Nusa Ceningan, adalah pantai Blue Lagoon yang cantik dan biru, eksotik dikelilingi tebing-tebing tinggi. Di sinilah para adrenaline junkies menguji nyali mereka dengan melompat dari tebing setinggi 12 meter, langsung ke lautan yang bergelora di bawahnya. Bakalan ada instruktur yang mengajari kamu teknik melompat yang benar. Tapi, kalau nggak berani, nikmati saja pemandangannya yang mempesona.
Lokasi: Nusa Ceningan, Lembongan, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
Koordinat GPS: -8.708613, 115.439458



#8 Pantai Suwehan
Pantai yang sangat tenang, terisolir, dengan keindahan yang menakjubkan! Untuk mencapainya, kamu harus menuruni bukit yang cukup curam, namun dengan pemandangan sekitar yang menghijau, dihiasi pepohonan kelapa dan sebuah pura desa. Ketika sampai, pantai berpasir putih dengan lautnya yang biru jernih segera menyambut.
Lokasi: Desa Taglad, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
Koordinat GPS: -8.795395, 115.605677.




#9 Mata Air Guyangan
Mata air ini sangat jernih, segar dengan pemandangan sekitar yang menakjubkan. Namun nggak semua orang mampu turun ke sini, karena dibutuhkan nyali besar untuk menapaki anak tangga demi anak tangga yang menuruni tebing curam. Begitu sampai di bawah, kamu bisa berendam sambil menikmati indahnya pemandangan lautan biru berhias karang-karang raksasa.
Lokasi: Desa Batu Kandik, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.
Koordinat GPS: -8.780958, 115.517901


#10 Pasih Andus
Mirip water blow yang ada di Nusa Dua, namun Pasih Andus masih sangat alami dan jarang dikunjungi turis. Keindahan lautan bisa kamu nikmati dari puncak tebing karang, dengan airnya yang biru kehijauan beriak dan berombak. Tiba-tiba, kamu dikagetkan dengan semburan ombak yang bertabrakan dengan karang, terhempas tinggi ke udara.***
Lokasi: Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Klungkung, Bali.
Koordinat GPS: -8.750977, 115.475002



MAGELANG, KOMPAS.com – Gunung Andong yang berada di Jawa Tengah memang terkenal sebagai surganya para pendaki pemula. Memiliki ketinggian 1726 meter di atas permukaan laut (mdpl), puncak gunung ini bisa mencapai hanya dengan berjalan sekitar satu sampai dua jam saja. Panorama ke Segala Arah di gunung setinggi 1.726 mdpl ini pun begitu memesona. Saat cuaca cerah, maka Gunung Merbabu yang menjulang setinggi 3,142 mdpl akan tampak begitu gagah di sisi selatan. Di belakangnya, tampak pula Gunung Merapi. Sebelah utara menyajikan pemandangan Gunung Ungaran setinggi 2.050 mdpl. Sisi timur menyajikan Gunung Telomoyo dengan beberapa menara komunikasi di puncaknya. Matahari terbit di pagi hari tampak indah sekali saat cerah. Panorama khas Gunung Andong dengan Gunung Sindoro-Sumbing di ufuk barat. (Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya) Sementara itu di kaki sebelah barat, panorama tidak kalah memesona. Tampak dua gunung yang berdiri berdampingan, yaitu Sumbing setinggi 3,371 mdpl di sebelah kiri dan Sindoro dengan keitinggian 3,136 mdpl di sebelah kanan. Maka dari itu, Gunung Andong selalu diserbu oleh banyak pendaki, kebanyakan kompilasi akhir pekan yang panjang . Meski banyak orang, pendaki tidak mendapatkan tempat berkemah di daerah puncak. Pesona panorama malam Keindahan yang bisa disaksikan dari Gunung Andong tidak hanya tersaji kompilasi matahari menyinari langit. Usai Sang Surya menarik keindahan di Gunung Andong tidak lantas pudar. Jika cuaca cerah, maka bintang-bintang akan menghias bagaikan taburan berlian di langit malam. Tak hanya di langit, kerlap-kerlip cahaya lampu dataran rendah juga tak kalah indah bak bintang dunia. Foto untuk pemburu malam. Tak jarang para fotografer rela bertahan di tengah dinginnya udara malam untuk mengabadikan keindahan panorama malam hari. Satu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah bima sakti yang rutin menghias cerahnya langit malam. Bima sakti akan terlihat begitu indah di sisi barat, bersatu dengan gemerlap lampu Kota Magelang yang terhalang awan. Jika kaki langit sebelah barat daya sedang cerah, maka panorama akan semakin menakjubkan. Si Kembar Sindoro-Sumbing akan berdiri berdampingan di bawah bintang-bintang dan bima sakti langit malam. Bima sakti yang bisa disaksikan dengan begitu indah di langit sebelah barat Gunung Andong (Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya) Momen tak terlupakan yang takkan terulang terjadi kompilasi gerhana bulan total , dini hari tanggal 28 Juli 2018 dini. Saat itu semua elemen alam tampak bersatu padu untuk menampilkan keindahan malam. Bulan yang memerah tak hanya ditemani oleh bintang-bintang. Planet Mars juga seakan menemaninya. Bima sakti yang mulai tenggelam di ufuk barat seolah tak mau ketinggalan menampilkan keindahan sebelumnya. Taburan bintang bagai berlian semesta semakin mempercantik panorama. Semua itu semakin lengkap dengan Sindoro, Sumbing, dan Prau yang berbaris anggun di cakrawala sebelah barat daya. Posisi bima sakti kini bisa dilihat dengan mudah. Melalui aplikasi seperti Star Chart di layar smartphone, tentukan terlebih dahulu kapan saja bima sakti ada di posisi terbaiknya untuk dijepret. Panorama indah langit malam akan lebih terlihat di musim kemarau kompilasi langit cerah. Namun, tidak menutup langit cerah di musim hujan. Oleh karena itu, perlu untuk prakiraan cuaca sebelum berburu.